Remake “Agak Laen” Versi Korea: Fakta atau Sekadar Harapan?
Tinta Digital – Nama film Agak Laen kembali mengemuka, kali ini bukan karena rekor jumlah penontonnya di bioskop Tanah Air, tetapi karena kabar akan di-remake menjadi film versi Korea, bahkan Hollywood. Kabar ini mencuat sejak unggahan Ernest Prakasa, Chief Creative Officer Imajinari, yang mengajak warganet membayangkan siapa aktor Hollywood yang cocok memerankan karakter dalam Agak Laen. Tapi benarkah film horor komedi ini akan diadaptasi oleh Korea Selatan?
Film Agak Laen, yang disutradarai dan ditulis oleh Muhadkly Acho, mencetak sejarah sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa di Indonesia dengan total penonton lebih dari 9,1 juta orang sejak tayang perdana 1 Februari 2024. Kisah empat sahabat—Boris, Jegel, Bene, dan Oki—yang mengelola wahana rumah hantu pasar malam dan tersandung insiden kematian pengunjung, dikemas dengan bumbu komedi dan horor yang segar. Tak heran jika film ini mendapat tempat di hati penonton Indonesia.
Tak berhenti di situ, film ini juga melanglang buana ke mancanegara, termasuk diputar di bioskop Amerika Serikat, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Kini, kabar remake versi internasionalnya mencuri perhatian publik.
Barunson E&A, Sang Pemegang Lisensi Remake
Kepastian bahwa Agak Laen akan dibuat ulang dalam versi Korea memang belum dikonfirmasi secara penuh. Namun yang jelas, hak internasional atas tiga film produksi Imajinari—Agak Laen, Agak Laen 2, dan Tinggal Meninggal—telah resmi dipegang oleh rumah produksi asal Korea Selatan, Barunson E&A. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sukses membawa Parasite (2019) memenangkan Oscar.
Dalam siaran pers yang diterima berbagai media, Ernest Prakasa menyampaikan bahwa kerja sama antara Imajinari dan Barunson E&A telah berlangsung sejak Maret 2025 dalam ajang Hong Kong FilmArt. Komunikasi antara dua pihak bahkan sudah terjalin sejak 2024.
"Lisensi internasional dari ketiga IP tersebut telah dikerjasamakan dengan Barunson E&A. Mari kita doakan yang terbaik," kata Ernest.
Yoonhee Choi, CEO Barunson E&A, menyebut bahwa Imajinari memproduksi kisah-kisah yang "sangat relevan dan segar" untuk masyarakat global. Ia menyatakan antusiasmenya memperkenalkan cerita khas Indonesia ke panggung dunia.
"Film-film Imajinari berbicara tentang keluarga, cinta, dan hubungan antarmanusia dengan pendekatan yang menyentuh dan menghibur. Kami ingin membagikan suara-suara kreatif ini secara global," ujarnya kepada Variety.
Remake Belum Produksi, Tapi Potensi Besar Terbuka
Meski sudah ada pemegang lisensi remake, bukan berarti proses produksi versi Korea atau Hollywood akan segera dimulai. Imajinari dan Barunson belum merilis informasi resmi terkait waktu produksi, sutradara, maupun aktor yang terlibat dalam versi baru film tersebut.
Pernyataan Ernest juga mempertegas bahwa hingga saat ini belum ada detail teknis yang bisa diumumkan ke publik. Namun kolaborasi ini menjadi sinyal positif bahwa film Indonesia mulai dilirik pasar global, khususnya Asia Timur dan Hollywood.
"Kerja sama ini merupakan langkah memperluas pasar kami ke dunia internasional, terutama dengan bantuan mitra strategis seperti Barunson E&A," tambah Dipa Andika, Chief Commercial Officer Imajinari.
Proyek Lain: Agak Laen 2 dan Tinggal Meninggal
Tak hanya Agak Laen, dua film lain juga masuk dalam kerja sama internasional tersebut. Pertama adalah Agak Laen 2, sekuel yang saat ini masih dalam tahap produksi dan dijadwalkan tayang pada kuartal keempat 2025. Film ini tetap disutradarai oleh Muhadkly Acho.
Yang kedua adalah Tinggal Meninggal, sebuah film dark comedy karya Kristo Immanuel yang dijadwalkan rilis Agustus 2025. Film ini mengisahkan seorang pria bernama Gema yang memulai kebohongan kecil demi mendapat perhatian, namun berujung pada kekacauan besar dalam hidupnya.
Kedua film tersebut memiliki genre dan pendekatan yang unik, menjadikannya menarik di mata produser internasional yang tengah mencari cerita segar dan relevan dari Asia Tenggara.
Spekulasi dan Harapan dari Penonton
Unggahan Ernest di Instagram menjadi titik awal meledaknya spekulasi soal versi internasional Agak Laen. Ia menulis, “Kalau @pilem.agak.laen dibikin versi Hollywood, siapa yang cocok jadi pemerannya?” Pertanyaan retoris ini justru memicu diskusi panjang di media sosial mengenai siapa aktor yang pas menggantikan Boris Bokir atau Indra Jegel dalam versi luar negerinya.
Namun, di balik spekulasi ini, kolaborasi Imajinari dan Barunson membuka cakrawala baru bagi film lokal. Bila remake benar-benar terwujud, ini bisa menjadi lompatan besar bagi perfilman Indonesia dalam menembus pasar global.
Menjaga Esensi Cerita dalam Adaptasi
Membuat ulang sebuah film bukan pekerjaan mudah. Adaptasi lintas budaya menuntut sensitivitas tinggi agar esensi cerita tidak hilang. Imajinari menyadari tantangan itu dan berkomitmen menjaga orisinalitas setiap karya.
“Kami percaya bahwa cerita orisinil yang dibalut dalam kreativitas bisa tetap hidup dan relevan, bahkan dalam bentuk adaptasi,” tutup Ernest.
Recheck Hasilnya: Belum Ada Film Remake, Baru Lisensi
Jadi, apakah Agak Laen akan di-remake menjadi film Korea? Jawabannya: MUNGKIN, tapi BELUM sekarang.
Kesimpulannya, belum ada remake film Agak Laen versi Korea yang diproduksi saat ini. Yang benar, Barunson E&A telah mendapatkan hak untuk membuat versi internasional dari tiga film Imajinari, termasuk Agak Laen. Namun, proses remake-nya sendiri belum diumumkan secara resmi dan masih dalam tahap potensi pengembangan.
Yang ada saat ini adalah pengalihan hak remake ke Barunson E&A. Produksi versi remake masih dalam tahap rencana dan belum diumumkan secara resmi. Namun yang pasti, kerja sama ini adalah langkah maju yang membanggakan. Ini menandai momen penting di mana film Indonesia dilihat bukan hanya oleh penonton lokal, tapi juga oleh mata dunia. Dan itu, tentu saja, tidak "agak" penting—melainkan sangat penting.
[ Rubrik ini didedikasikan untuk meluruskan informasi yang menimbulkan polemik di ruang publik. Kirim isu atau klaim yang ingin Anda cek ke Instagram @tintadigitalnews.id ]
Ingin selalu update dengan berita terbaru dari kami? Pantau terus blog dan media sosial dari Tinta Digital!
Penulis : Rio Ferdinand



Komentar
Posting Komentar