Benarkah Peserta Uji Coba Vaksin TBC Dapat Bansos Rp150 Ribu? Ini Faktanya
Tinta Digital – Sebuah unggahan viral di Facebook menyebut bahwa peserta uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) M72 di Indonesia akan menerima bantuan sosial (bansos) sebesar Rp150.000. Narasi tersebut bahkan dikaitkan dengan kunjungan Bill Gates ke Indonesia, yang disebut-sebut sebagai bagian dari proyek vaksinasi yang ia danai.
Namun benarkah informasi ini? Benarkah pemerintah atau lembaga terkait memberikan bansos bagi peserta uji coba vaksin?
Klaim yang Beredar
Unggahan tersebut menyebut:
“Bansos senilai Rp. 150k untuk yang mau ikut vaksin.”
Narasi ini diperkuat dengan potongan tangkapan layar dari artikel media berjudul “Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia” yang dimuat oleh Tempo pada 7 Mei 2025. Akibatnya, banyak masyarakat yang percaya bahwa ada kompensasi tunai bagi relawan vaksin TBC.
Penelusuran Fakta: Tidak Ada Bansos dalam Uji Klinis
Melalui penelusuran tim Recheck Tinta Digital, ditemukan bahwa klaim tersebut tidak benar dan tergolong misleading content.
Artikel Tempo yang menjadi sumber tangkapan layar memang benar memberitakan tentang uji klinis vaksin TBC M72 yang didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation. Namun, tidak ada satu pun informasi dalam artikel itu yang menyebut adanya bansos sebesar Rp150 ribu bagi peserta.
Pernyataan Resmi Pemerintah
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan bahwa vaksin M72 telah memasuki uji klinis fase 3 sejak November 2024. Uji coba ini melibatkan lebih dari 2.000 partisipan di berbagai daerah di Indonesia dan tidak ada program bansos yang terkait dengan partisipasi tersebut.
“Ini bukan soal bantuan sosial. Ini uji klinis ilmiah yang penting untuk mengatasi beban besar TBC di Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam acara peluncuran Gerakan Bersama Pemberantasan TBC, Jumat (9/5/2025).
Peneliti Nasional: Jangan Sebarkan Hoaks
Guru Besar FKUI dan peneliti utama vaksin M72, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, juga angkat suara. Ia menyatakan bahwa seluruh proses uji klinis vaksin dilakukan sesuai standar internasional dan dalam pengawasan ketat oleh BPOM serta Komite Etik Nasional.
“Kalau ada yang bilang dikasih uang Rp150 ribu, itu enggak benar. Kita harus hati-hati membedakan antara apresiasi logistik dan bansos yang seolah jadi iming-iming,” jelas Prof. Erlina dalam unggahan video Instagram resmi Kemenkes RI.
Latar Belakang Uji Klinis di Indonesia
Indonesia dipilih sebagai salah satu lokasi uji klinis vaksin M72 karena menempati posisi kedua tertinggi dunia dalam jumlah kasus TBC, dengan lebih dari 800.000 kasus baru dan hampir 100.000 kematian setiap tahun.
Selain Indonesia, uji klinis ini juga dilaksanakan di Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi, dengan total partisipan mencapai lebih dari 20.000 orang.
Kesimpulan Recheck
Berdasarkan hasil verifikasi data, Tinta Digital menyimpulkan bahwa klaim adanya bansos Rp150 ribu untuk peserta uji coba vaksin TBC adalah hoaks. Narasi tersebut menyesatkan dan tidak memiliki dasar dari sumber resmi manapun. Tidak ada program bantuan sosial yang dikaitkan dengan partisipasi dalam uji klinis vaksin TBC M72.
[ Rubrik ini didedikasikan untuk meluruskan informasi yang menimbulkan polemik di ruang publik. Kirim isu atau klaim yang ingin Anda cek ke Instagram @tintadigitalnews.id ]
Ingin selalu update dengan berita terbaru dari kami? Pantau terus blog dan media sosial dari Tinta Digital!
Penulis : Rio Ferdinand



Komentar
Posting Komentar