Fakta atau Hoaks? Kabar Eks Perdana Menteri Malaysia Meninggal Ramai di Media Sosial
(Sumber : Utusan Malaysia)
Tinta Digital – Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya mantan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, pada akhir April 2025. Sejumlah akun di Facebook menyebarkan video dan foto yang menampilkan seorang pria terbaring di rumah sakit, disertai narasi “INNALILLAHI MANTAN PERDANA MENTERI ISMAIL SABRI YAAKOB MENINGGAL DUNIA HARI INI.” Unggahan itu juga menampilkan gambar sekelompok orang yang sedang berdoa di depan keranda jenazah, seolah-olah memperkuat klaim tersebut.
Namun setelah ditelusuri, narasi tersebut tidak benar alias hoaks. Foto yang beredar bukanlah dokumentasi kematian Ismail Sabri, melainkan foto dirinya saat menjalani perawatan di Sunway Medical Centre, Kota Damansara, pada Februari 2025. Foto itu bahkan pernah dimuat oleh media Malaysia Gazette sebelum ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Sementara itu, foto orang-orang yang sedang menyalati jenazah diketahui berasal dari unggahan tahun 2018, saat politikus PKS Hidayat Nur Wahid menghadiri pemakaman ayah Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Faktanya, Ismail Sabri masih hidup dan tengah menghadapi proses hukum serius. Pada Maret 2025, Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) secara resmi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang dan dugaan korupsi. Kepala Komisioner MACC, Tan Sri Azam Baki, mengonfirmasi bahwa Ismail Sabri akan kembali diperiksa dalam waktu dekat terkait deklarasi aset yang ia sampaikan pada 19 Februari 2025.
Dalam pengembangan penyelidikan, MACC telah menyita uang tunai sekitar 170 juta ringgit (setara Rp627 miliar) dalam berbagai mata uang asing serta emas murni seberat 16 kilogram senilai hampir 7 juta ringgit (sekitar Rp25,8 miliar). Penggerebekan dilakukan di kediaman empat pejabat negara dan tiga lokasi lain yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan barang bukti. Selain itu, sebanyak 13 rekening bank dengan total dana sekitar 2 juta ringgit (Rp7,3 miliar) juga dibekukan. Namun, rekening milik Yayasan Keluarga Malaysia, yang berada di bawah naungan Ismail Sabri, belum dibekukan karena masih aktif sebagai lembaga sosial.
Azam menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara independen dan profesional tanpa intervensi politik. Hingga kini, sebanyak 31 saksi telah diperiksa, termasuk beberapa politisi yang diduga terlibat.
Dengan demikian, kabar meninggalnya Ismail Sabri Yaakob adalah tidak benar dan merupakan disinformasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang menyangkut tokoh publik dan isu sensitif. Verifikasi informasi ke sumber resmi adalah langkah penting dalam memerangi penyebaran hoaks di era digital saat ini.
Ingin selalu update dengan berita terbaru dari kami? Pantau terus blog dan media sosial dari Tinta Digital!
Penulis : Sheila Lathifatul Adawiyyah



Komentar
Posting Komentar